ID   EN
F.A.Q   CONTACT   SITEMAP   LOGIN   
Jl. Tebet Barat Dalam III A no 02
Jakarta 12810, Indonesia
Phone: +62-21-83794469
Fax: +62-21-83791270
E-mail: resourcenter@yipd.or.id

Penduduk Sumut 12 Juta

03 September 2010

Medan (Kompas). Pertumbuhan jumlah penduduk perempuan di Sumatera Utara yang lebih cepat dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki ternyata belum diimbangi dengan pembangunan fasilitas umum yang memberikan ruang bagi perempuan.
Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik Sumut pada September ini berdasarkan Sensus Penduduk 2010 menunjukkan jumlah penduduk Sumut mencapai 12.985.075 orang dengan jumlah laki-laki sebanyak 6.479.051 orang dan jumlah perempuan sebanyak 6.506.024 orang.

Tingkat pertumbuhan penduduk di Sumut mencapai 1,22 persen dengan sex ratio 99,59 persen.

Pada Sensus Penduduk 2000, jumlah penduduk Sumut mencapai 11,5 juta jiwa dengan sex ratio sebesar 99,93 persen. Jumlah laki-laki sebanyak 5.754.919 orang, sedangkan jumlah perempuan 99,93 persen.
Dengan demikian, jumlah laki-laki selama 10 tahun terakhir di Sumut bertambah sebanyak 724.135 orang, sedangkan jumlah perempuan bertambah sebanyak 746.970 orang.

Kepala Badan Pusat Statistik Sumut Alimuddin Sidabalok mengatakan, di Sumut jumlah perempuan masih lebih banyak dibanding laki-laki. Namun, di beberapa kabupaten, jumlah laki-laki lebih banyak, seperti di Labuhan Batu, Deli Serdang, dan Langkat. Sementara di Medan jumlah perempuan jauh lebih banyak mengingat sex ratio mencapai 95,38 persen.

Menurut aktivis perempuan Sumatera Utara, Dina Lumbantobing, meskipun jumlah perempuan lebih banyak, pembangunan selama ini tidak properempuan. Budaya patriarki masih sangat kuat.

Perempuan masih terpinggirkan untuk mengakses pendidikan, hak bereproduksi, dan mendapat perlindungan dari kekerasan di rumah tangga. ”Apalagi, dalam pembangunan fasilitas umum, perempuan masih tersingkir,” kata Dina, Kamis (2/8).

Semisal masalah kamar mandi atau WC umum. Tak ada WC umum yang bersih yang memberi ruang bagi perempuan hamil. Kalau mau cari WC umum bersih harus ke mal, sementara di pasar tradisional kondisi WC umumnya memprihatinkan.

”Kalau fasilitas umum saja masih buruk, fasilitas untuk perempuan pasti jauh lebih buruk,” kata Dina. Kebutuhan ruang sesuai tubuh perempuan sama sekali belum diperhatikan, seperti ruang publik untuk ibu menyusui, untuk perempuan yang hamil tua, lansia, hingga warga berkebutuhan khusus. (WSI)

Sumber:http://cetak.kompas.com/read/2010/09/03/0339534/penduduk.sumut.12.juta