Rencana Nanocentro Buenos Aires

14 december 2016


Diterjemahkan dari Case Study Guangzhou Awards 2016

Agenda inisiatif dan prioritas kota telah mengalami perubahan yang sangat cepat dalam beberapa tahun belakangan. Pemerintah kota atau daerah memainkan peran yang sangat penting dalam menerapkan perubahan yang direspon langsung oleh kebutuhan masyarakat. Perkembangan teknologi dewasa ini menyediakan dan membuka cara baru dalam berkomunikasi, menjalankan pemerintahan, dan administrasi publik. Saat ini, para pemangku kepentingan baik di kota dan daerah harus berfikir secara cerdas dalam penggunaan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup penduduknya. Dalam hal ini, ruang publik adalah tempat dimana masyarakat dapat terlihat dan dapat menyuarakan aspirasinya terhadap kota.  Interaksi yang terjadi di ruang publik dan cara masyarakat menggunakannya, berkaitan erat dengan desain, inovasi, dan perencanaan ruang kota. Hasilnya adalah transformasi ruang publik dan infrastruktur mempengaruhi kualitas hidup masyarakat secara langsung.

Rencana Nanocentro (Distrik Teknologi, Buenos Aires) merupakan kebijakan Smart City yang bertujuan untuk merevitalisasi dan mentransformasi kawasan perkotaan, dimana kantor-kantor pemerintahan baru Kota Buenos Aires dibangun dengan kelengkapan kawasan pendukungnya, sehingga mengubah hidup ribuan orang yang berada di sepanjang kawasan tersebut. Dengan interaksi publik dan swasta, program komprehensif dengan perspektif multidimensi ini telah menyertakan aspek keruangan, teknologi, ekonomi, budaya, dan lingkungan didalamnya. Fokus utamanya adalah keberlanjutan kotanya, yang mendorong berbagai inisiatif seperti pembuatan sistem BRT, peningkatan jaringan jalur sepeda, dan perluasan ruang pejalan kaki. Semua itu disertai dengan investasi dalam teknologi dan sistem yang inovatif yang menjamin keamanan masyarakat dan memungkinkan masyarakat menggunakan real time info untuk mengetahui apa yang sedang terjadi disekitar mereka.

Proyek ini menggunakan lima topik yang membuat rencana tersebut sangat memungkinkan untuk mencapai tujuan Smart City (Smart City Goal). Melalui rencana ini, kota berusaha menumbuhkan masyarakat dinamis baru yang memicu pertumbuhan sektor utama pembangunan di seluruh area perkotaan dan kawasan pendukungnya, menempatkan Buenos Aires sebagai simbol dari inovasi dan modernisasi di Amerika Latin.

1. Desain berkelanjutan:
Desain berkelanjutan pada Nanocentro diterapkan dalam bangunan gedung seperti kantor-kantor pemerintahan, dimana kantor pemerintahan merupakan pusat aktifitas kawasan. Keunggulan desain bangunannya, yang dibuat oleh arsitek ternama Norman Foster, terletak pada desainnya yang ramah lingkungan dimana penyerapan cahaya oleh bangunan diserap secara maksimal yang akan mengurangi penggunaan lampu dan konsumsi energi listrik. Bangunan baru pada nanocentro ini merupakan bangunan publik pertama yang mendapat sertifikasi LEED (Leardership in Energy & Environmental Design). Selain itu, bangunan tersebut menggunakan teknologi daur ulang air kotor dan penampungan air hujan untuk menyiram tanaman yang terdapat di sekitar bangunan.

2. Lingkungan sekitar:
Kawasan Nanocentro direncanakan sebagai mixed use area (kawasan terpadu dengan aktifitas beragam). Area seluas 46 hektar ini didesain sesuai dengan kriteria sustainability yang mendorong pengurangan konsumsi energi dengan pergerakan yang efisien, karena lahan pada kawasan didesain sedemikian mungkin untuk menunjang berbagai kegiatan di dalamnya yang meminimalisir pergerakan seperti kawasan superblok. Kawasan ini juga menyertakan ruang-ruang publik di dalamnya yang didesain dengan pendekatan pedestrian sehingga nyaman digunakan untuk berjalan dan berekreasi.

Sejak tahun 2008, Perjanjian 2972 menetapkan manfaat besar untuk perusahaan informasi dan teknologi serta komunikasi yang bertempat di area tersebut. Bahkan, sebuah program untuk promosi bangunan ramah iklim sudah dibangun dan telah diimplementasikan dalam lingkungan, yang menjamin subsidi untuk bangunan-bangunan tersebut yang telah memasang sistem hemat energi. Pendidikan, akademik, dan training perusahaan didirikan di distrik teknologi memiliki keuntungan yang sama.

3. Peningkatan Ruang Publik:
Tiga sumbu perkotaan seharusnya digambarkan secara jelas untuk lebih menguntungkan pejalan kaki daripada pengendara mobil, untuk meningkatkan area hijau dan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang publik. Sebagian besar dari jaringan jalan sekitar bangunan perkantoran berubah menjadi sidewalk untuk pejalan kaki yang terintegrasi degan ruang hijau, ruang publik, serta mendorong penggunaan baru bagi bangunan yang sudah ada dari dan oleh pekerja, penduduk sekitar, atau pengunjung.

Terlebih lagi, di sebagian jalan dengan kecepatan yang diperbolehkan minimum 30km/jam, diharuskan memiliki ruang hijau dan memasang perlambatan arus lalu lintas.

4. Multi Moda:
Kota mendorong perluasan jaringan kereta bawah tanah, Bus Rapid Transit (BRT), dan jalur sepeda.  Melalui intervensi ini, rencana ini mendorong penggunaan transportasi publik daripada kendaraan pribadi, kontribusi tersebut untuk mengurangi efek gas rumah kaca, dan mendorong gaya hidup berkelanjutan. Dua stasiun kereta bawah tanah baru dibuka untuk melayani Nanocentro, sistem BRT kota termasuk transportasi publik yang menggabungkan penggunaan bus cepat. Sebagai tambahan untuk jalur sepeda, infrastruktur yang sesuai sudah dipasang untuk mendorong penggunaannya seperti stasiun persewaan sepeda dan area parkir sepeda. Akhirnya tingkat keramahan pejalan kaki dari keseluruhan distrik pun dapat ditingkatkan

5. Inovasi dan Teknologi:

•   Mempopulerkan penggunaan LED: Susunan rencana menyertakan penggantian penggunaan lampu sodium bertekanan tinggi dengan system pencahaaan lampu LED yang tidak hanya menghemat 40% konsumsi listrik, tetapi juga dapat memonitor dan mengatur tingkat efisiensinya
Titik pengisian daya hybrid: Ruang-ruang publik dipasangkan titik-titik pengisian daya untuk alat elektronik yang  menggunakan system hybrid dengan mengombinasikan penggunaan tenaga matahari dengan energi angin.
Inovasi terbuka: Ruang publik dengan event yang diselenggarakan didalamnya mendorong dan mensimulasikan partisipasi masyarakat disekitar area.
Aksesibilitas: Lalu lintas cerdas dan tanda untuk kaum difabel sudah diterapkan, ditambah dengan penggunaan peta 3D dengan teknologi sentuh
Smart City: Simbol-simbol interaktif dengan aplikasi dan layanan digital juga sedang diterapkan. Terdapat banyak akses untuk medapatkan layanan wi-fi gratis dan selama penerapan lalu lintas cerdas, informasi terkini mengenai lalu lintas, parkir, dan informasi  lainnya akan terus diperbaharui (update) dan dapat diakses oleh publik.
Sirkuit ramah lingkungan: Perangkat olahraga canggih disediakan, dimana energi yang dihasilkan dari gerak tubuh tersebut dikonversikan menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk mengisi daya ponsel dan perangkat elektronik lainnya.
Penggunaan sesnsor: Sepanjang tahun 2015, teknologi sensor untuk mengukur tingkat polusi, kebisingan, dan manajemen persampahan dan parkir mulai digunakan

Sumber: Guangzhou Awards 2016

From Twitter