Pelaksanaan e-Procurement di Kota Surabaya

07 february 2007

Inisiatif

1. Awal tahun 2003, Pemerintah Kota Surabaya berdasar pada Keppres No. 18 tahun 2000 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah, memfasilitasi proses pra-kualifikasi secara elektronik.  Untuk itu, telah dibuka portal http://www.lelangserentak.com.
2. Awal tahun 2004, berdasarkan Keppres No. 80/2003 Pemerintah Kota Surabaya menyempurnakan sistem pengadaan barang/jasa dalam bentuk e-Procurement (e-Proc) yang dikenal dengan Se-PS (Surabaya e-Procurement System).  Penyempurnaan sistem tersebut diaplikasikan dalam portal http://www.surabaya-eproc.or.id.

Hasil yang dicapai

Lelang dengan sistem e-Procurement (Se-PS) diikuti oleh 23 Dinas, 5 Badan, 4 Kantor, dan 9 bagian di lingkungan Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Pemerintah Kota Surabaya memperoleh hasil sebagai berikut:

1. Penghematan
– Kompetisi penawaran: Pemerintah Kota mendapatkan penghematan anggaran belanja sampai dengan 25% dari rencana semula.  Penghematan ini diperoleh melalui efisiensi karena kompetisi penawaran yang sehat dari para peserta lelang dan karena sebagian besar penawaran yang dilakukan di bawah harga pagu yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
– Paperless: Biaya pengadaan kertas kerja dan pemenuhan persyaratan serta penggandaan dokumen lelang dapat dihemat sebesar tidak kurang 80%.

2. Percepatan Pelayanan:
– Anggaran Berbasis Kinerja: Dengan menggunakan sistem Anggaran Berbasis Kinerja, penghematan anggaran dapat direalisasikan untuk penambahan target kinerja, misal; dari target sejumlah 100 unit kelas bangku sekolah dapat dicapai menjadi 300 unit kelas bangku sekolah, demikian juga jalan, saluran dsb., sehingga target pelayanan dapat dipercepat dan diperbanyak.
– Percepatan realisasi barang/jasa: Dengan jadwal di-setting yang tepat, maka realisasi penyelesaian proyek pengadaan barang/jasa dapat diwujudkan diawal atau tengah tahun.

3. Memperoleh Award:
– Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi dalam kategori Region in a Leading Profile on Public Accountability pada tanggal 28 April 2004.
– e-Government Award dari Majalah Warta Ekonomi pada tahun 2004.
– Mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000 untuk Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System) pada tanggal 4 Maret 2004.
– Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi dalam kategori Region in a Leading Profile on Public Accountability pada tanggal 4 Mei 2005.

4. Terhindar dari tuduhan KKN:
Panitia pengadaan dan jajaran pengguna anggaran akan terhindar dari tuduhan KKN karena seluruh proses dilaksanakan secara transparan.

5.   Menyediakan kesempatan kerja:
 Bagi penyedia  barang/jasa kategori kecil dan   menengah   tersedia    kesempatan pekerjaan yang  sangat luas karena lebih dimungkinkan untuk memenangkan tender.

Penulis: -

Sumber: Dokumentasi Best Practices Kota-Kota Jilid 2, 2005 – APEKSI

Lokasi: Kota Surabaya

Inisiatif: 2. Awal tahun 2004, berdasarkan Keppres No. 80/2003 Pemerintah Kota Surabaya menyempurnakan sistem pengadaan barang/jasa dalam bentuk e-Procurement (e-Proc) yang dikenal dengan Se-PS (Surabaya e-Procurement System). Penyempurnaan sistem tersebut diaplikasikan dalam portal http://www.surabaya-eproc.or.id.

Kontak: PEMERINTAH KOTA SURABAYA Ir. Aditya Wasita (Kepala Bagian Bina Pembangunan Pemkot Surabaya) Alamat : Jl. Jimerto 25-27 Lt. 4, Surabaya Telepon : 62-31-5312144 pes. 554 HP : 0812 301 8794 Agus Imam Sonhanji, ST. MMT (Kepala Sub-Bag Evaluasi dan Pelaporan pada Bagian Bina Pembangunan Pemkot Surabaya) Alamat : Jl. Jimerto 25-27 Lt. 4, Surabaya Telepon : 62-31-5312144 pes. 554 HP : 0811 311 374 E-mail :

From Twitter