Mewujudkan konsep Kota Berketahanan dari Perspektif Indonesia dan Amerika

08 march 2016

Jumat, 4 Maret 2016, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) bekerjasama dengan USINDO Jakarta menggelar seminar yang bertajuk Global Problems, Local Solutions: U.S.-Indonesia Perspectives on Developing Resilient Cities for Sustainable Life di @america Pusat Kebudayaan Amerika, Pacific Place Mall Jakarta. Acara ini menghadirkan enam narasumber sebagai pembicara, masing-masing tiga orang perwakilan dari Indonesia dan Amerika. Mereka adalah Arief Wismansyah (Walikota Tangerang), Sri Tantri Arundhati (Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI), Aniessa Delima Sari (Program Manager, Mercy Corps Indonesia), Jim Nichols (County Manager, Douglas County, Nevada), Janet K. Regner (Community Services Director, Coconino County, Arizona), dan  Bruce M. Applegate, Jr. (Assistant to the City Manager, Oak Ridge City, Tennessee).

YIPD Indonesia berkesempatan hadir dalam seminar yang berlangsung selama dua jam ini, yang membahas bagaimana menciptakan kota yang berketahanan untuk kehidupan berkelanjutan di masa depan. Data PBB menunjukkan bahwa saat ini lebih dari setengah penduduk dunia berada di kota, kepadatan penduduk kota diprediksi akan meningkat dua sampai tiga kali lipat pada 2050 mendatang. Oleh sebab itu perlu adanya konsep ketahanan kota yang medukung aspek-aspek ekonomi, sosial, budaya, lingkungan dalam mewujudkan kota layak huni berkelanjutan bagi masyarakat.

Salah satu narasumber, yakni Arief Wismansyah mengatakan bahwa konsep kota yang berketahanan adalah bagaimana cara kota tersebut untuk bertahan dan pulih setelah terjadi musibah. Kota yang memiliki visi menjadi kota yang layak huni, berkeadilan dan berinovasi. Seperti halnya upaya yang terus dilakukan Pemerintah Kota Tangerang untuk mewujudkan kota yang semakin layak bagi penghidupan masyarakat melalui Liveable, Investable, Visitable and E-City, dengan terus berbenah dan menata kota. Salah satunya melalui Tangerang LIVE Room.

Sementara Sri Tanti menjelaskan program-program yang dilakukan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mendukung konsep suistainable life dari sudut pandang perubahan iklim di Indonesia. Aniessa Delima selaku perwakilan dari NGO Mercy Corps Indonesia menambahkan bagaimana pihaknya selama ini menjalankan program dengan konsep kemitraan yang bekerja sama dengan beberapa institusi, komunitas, dan lembaga non pemerintahan lainnya.

Sedangkan tiga narasumber asal Amerika Jim Nichols, Bruce M. Applegate Jr., dan Janet K. Regner berbagi pengalaman mengenai beberapa program yang telah mereka lakukan di Amerika dalam upaya menciptakan kota yang berketahanan. Jim mengatakan bahwa yang menjadi tantangan dalam mewujudkan kota berketahanan adalah faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi. Kota yang baik harus mampu memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan dan dapat menangkap permasalahan sedini mungkin, karena kunci suksesnya adalah untuk merencanakan solusi atas prediksi perubahan di masa depan daripada merespon perubahan yang telah terjadi.       

 

Penulis: Azhari Fauzan

 

From Twitter