Gwangju, Korea: Program Emisi Gas Rumah Kaca pada Bank Karbon Rumah Tangga di Gwangju

12 may 2016


Diterjemahkan dari Shortlisted Initiative Guangzhou Award 2014

Komentar dari Komite

Dapatkah program pemerintah mendorong pengurangan karbon secara sukarela oleh masyarakat sehingga menghasilkan keuntungan yang signifikan? Sistem Bank Karbon Gwangju menjawab pertanyaan tersebut dengan “YA”. Sistem ini telah diinisiasi sejak lima tahun yang lalu, diikuti oleh sekitar 330.000 rumah tangga mewakili 1,5 juta warga Gwangju atau 62 persen dari penduduk kota. Sementara kota membayar biaya pendidikan dan operasinal, Green Star Network bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan pendidikan dan promosi. Emisi gas rumah kaca telah menurun setiap tahun, penurunan terakhir sebesar 135.000 ton.

Latar Belakang Informasi

Dalam rangka meningkatkan kesadaran warga dan membimbing mereka untuk aktif dalam kegiatan mengurangi emisi gas rumah kaca, pada 10 April 2008, pemerintah kota menyetujui The Agreement on Model City of Climate Change bersama dengan Kementerian Lingkungan, dengan tujuan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 661 ton, 10% dari tahun 2005 (6.615 ton). Selain itu, diperkenalkan juga Sistem Bank Karbon yaitu rumah tangga mengurangi karbon dioksida dengan melakukan hemat energi (listrik, gas, dan air). Penghematan tersebut akan dikonversi menjadi poin bagi rumah tangga yang terlibat. Dengan sistem tesebut, rumah tangga bisa mendapatkan poin, menyelamatkan bumi, dan sekaligus mengurangi biaya penggunaan air, listrik, dan gas. Sistem yang mendapatkan tiga tujuan sekaligus. Pengurangan konsumsi energi pada tahun ini akan dibandingkan dengan tahun lalu kemudian dikonversi menjadi poin. Setiap tahunnya Kwangju Bank akan memberikan uang kepada pemegang kartu hijau karbon berdasarkan poin.

Tujuan dari Inisiatif

Untuk membuat kota yang dapat beradaptasi pada perubahan iklim, Gwangju mengadopsi sistem bank karbon untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Sistem ini menghitung jumlah penurunan karbon dioksida melalui upaya sukarela rumah tangga dalam menghemat energi (listrik, gas, dan air) dan mengubahnya menjadi poin. Hal tersebut membantu rumah tangga dalam menghemat uang. Bank Gwangju memberitahukan bahwa partisipasi rumah tangga sebagai pemegang kartu hijau karbon akan mendapatkan poin. Dengan cara ini, inisiatifnya adalah suatu kebijakan kreatif untuk melindungi bumi. Melalui sistem tersebut, kota dapat menganalisis dan mengevaluasi penurunan jumlah emisi gas rumah kaca setiap tahun dan memperluas sistem melalui pemantauan terus-menerus di tahun-tahun mendatang.

Hasil dan Penilaian

Inisiatif sebagai cara yang efisien untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari rumah tangga telah diperkenalkan kepada pemerintah daerah di seluruh dunia. Secara nasional, sistem tersebut meletakkan dasar untuk memperkenalkan Sistem Karbon Poin di Korea. Secara lokal, sistem tersebut mempersiapkan Gwangju menjadi "kota netral karbon"  yang beradaptasi dengan perubahan iklim dan merupakan sebuah tren di seluruh dunia tentang pemerintah daerah ramah lingkungan. Hal tersebut membantu warga Gwangju dalam memperkuat kapasitas mereka menghadapi perubahan iklim. Pemerintahan yang baik yang mengelilingi sistem tersebut telah memperkuat kerjasama antara berbagai kelompok. Terakhir, sirkulasi poin di seluruh kota telah memacu ekonomi lokal.

Kekuatan Inisiatif dan Inovasi

Kota memainkan peran penting dalam beradaptasi dengan perubahan iklim. Tapi ada beberapa program kota dalam mengurangi emisi gas rumah kaca berjalan dengan efektif. Inisiatif yang diperkenalkan oleh Gwangju telah menjadi kebijakan publik yang efektif dengan menginduksi partisipasi warga yang secara sukarela mengurangi emisi gas rumah kaca. Sebuah program pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor non-industri sangat penting sebagai bagian dari CDMs di kota. Didasarkan pada sistemik dan data yang kredibel, inisiatif Gwangju dapat diperluas ke sistem perdagangan emisi di sektor non-industri. Dijalankan oleh pemerintahan yang kolaboratif, inisiatif tersebut membantu merangsang kerjasama masyarakat lokal. Keterlibatan bank lokal juga dapat mewujudkan tercapainya "bank hijau," merangsang ekonomi lokal, dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Kombinasi yang efektif antara partisipasi warga secara sukarela dan sumber daya lokal merupakan faktor yang paling penting bagi keberhasilan inisiatif. Setelah kondisi yang terpenuhi, inisiatif tersebut bisa menjadi lembaga yang penting bagi inovasi kota.

Sumber: Guangzhou International Award

From Twitter