Ekowisata Berbasis Masyarakat di Chi Phat, Kamboja

29 april 2016


tourismcambodia.org

Diterjemahkan dari Best Practice UN HABITAT

Kondisi sebelum program

Chi Phat adalah  sebuah desa terpencil di Southern Cardamom Rainforest yang dihuni oleh 630 kepala keluarga. Dua masalah utama pada daerah ini yaitu keterbatasan ekonomi, pendapatan masyarakat minim, dan tingkat pendidikan yang rendah. Masalah kedua adalah Chi Phat mengalami kerusakan ekosistem karena menjadi pusat perdagangan hutan dan satwa liar.

Pembentukan Prioritas

Studi kasus menunjukkan bahwa sumber daya dan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut merupakan kesempatan untuk memaksimalkan sektor pariwisata. Pariwisata dapat melestarikan ekosistem yang rentan rusak dan memberikan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Untuk membangun program Ekowisata Berbasis Masyarakat atau Community-Based Ecotourism (CBET). Wildlife Alliance (WA) bersama dengan seluruh desa bekerjasama dalam proses pengembangan program. Dalam workshop awal ditemukan bahwa 99,4% masyarakat tertarik untuk mengembangkan program ini dan bersedia menyediakan layanan pariwisata. Masyarakat lokal, partisipan workshop, dan managemen yang telah dipilih adalah pemeran penting dalam program ini yang harus menjamin program ini terus meningkatkan dan melayani kebutuhan masyarakat.

Sumber Daya yang terlibat

WA bertanggung jawab atas pelaporan pelaksanaan, pemantauan, keuangan, dan pembuatan laporan untuk program di tahun-tahun sebelumnya. Untuk melaksanakan program ini WA mempekerjakan seorang project manager dan spesialis pengembangan masyarakat nasional untuk tinggal di Chi Phat yang akan membuat analisa kebutuhan untuk desa tersebut.  Staf WA bekerja sama dengan Komite CBET dan anggota CBET untuk merancang program, melaksanakan kegiatan,  dan memberikan pelatihan kerja.  Pelatih dari luar didatangkan untuk pengembangan kapasitas yang ditargetkan. Komite CBET adalah mitra lokal yang paling penting dalam program, dan saat ini 100% bertanggung jawab untuk menjalankan proyek, termasuk pengelolaan keuangan, penyedia layanan kelompok, melakukan pemesanan, mengatur perjalanan, keuangan, dan mengawasi komunitas penjaga hutan. CBET didanai oleh berbagai lembaga donor swasta, termasuk the Barbara Delano Foundation, Tourism Cares, Transat A.T, and Free the Bears.

Proses:

The Appreciative Participatory Planning Action, metodologi yang dirancang untuk mewujudkan ekowisata berbasis masyarakat yang digunakan untuk memandu jalannya program, juga memfokuskan pada keterampilan dan kekuatan masyarakat, kuncinya adalah memastikan masyarakat secara aktif terlibat dalam setiap tahap proses. Masyarakat menjadi lebih diberdayakan melalui tahapan yang sistematis. Metode ini dibagi ke dalam 4 tahap, yaitu:

  1. Discover yaitu tahap menemukan. Didalamnya  termasuk analisis pasar untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan semua aset yang dimiliki daerah;
  2. Dream adalah kesempatan untuk membayangkan konsep CBET terbaik yang bisa dilakukan;
  3. Desain, yaitu menciptakan produk, layanan, dan kegiatan yang layak;
  4. dan Delivery, program ini berjalan sambil memastikan komitmen dan evaluasi yang berkelanjutan.

Partisipasi memberikan banyak peluang bagi masyarakat terutama dalam proses desain: pertama, partisipasi workshop interaktif yang diadakan. Perempuan, orang tua, remaja, dan keluarga berpenghasilan rendah didorong untuk menyuarakan pendapat. 11 anggota komite CBET 11 dipilih untuk mengelola program, termasuk berinteraksi dengan wisatawan, manajemen penyedia layanan, pemilharaan peralatan, pengembangan objek wisata, dan pelatihan.

WA memberikan on job training kepada komite. anggota CBET membentuk bagian khusus dalam keterlibatan masyarakat; anggota menyediakan layanan dukungan pariwisata dan bekerja sama dalam kelompok untuk transparansi dan akuntabilitas, seperti penginapan, pemandu wisata, perahu, koki, taksi sepeda motor, dan komunitas penjaga hutan.

Masalah terbesar yang dihadapi adalah rendahnya kapasitas masyarakat. Sebelumnya, masyarakat terpencil ini sangat bergantung pada kegiatan ilegal untuk mencukupi kehidupan mereka; mereka membutuhkan pelatihan untuk tugas-tugas yang paling dasar dan pengembangan kapasitas untuk tanggung jawab yang lebih besar dalam upaya untuk memenuhi ekspektasi wisatawan asing.  ketika komite CBET selanjtnya terpilih yaitu setiap 4 tahun sekali, on job training harus dilakukan dari awal lagi. Hal ini telah dibahas oleh WA yang mendukung adanya pelatihan berdasarkan identifikasi sesuai dengan kebutuhan Komite CBET dan anggotanya. Walau hanya paruh waktu, namun pelatihan yang ditargetkan tidak bisa menggantikan 10 tahun masa sekolah. Masalah lain adalah bahwa peningkatan pendapatan musiman dan masih jauh dari harapan masyarakat. WA mengidentifikasi daerah untuk menggolongkannya berdasarkan perbedaan sumber pendapatan (usaha kecil, kegiatan baru), bekerja sama dengan masyarakat untuk meningkatkan durasi kunjungan dan jumlah uang yang dibelanjakan selama kunjungan wisatwan dan melakukan public relations dan marketing bagi kepentingan masyarakat.

Laporan  keuangan bulanan disampaikan kepada WA. Kinerja dinilai melalui peningkatan pendapatan anggota, jumlah anggota, jumlah wisatawan, jumlah uang yang dikeluarkan oleh wisatawan, durasi kunjungan, jumlah layanan dan objek wisata. Dampak proyek pada ekosistem diukur dengan kegiatan ilegal yang dicatat oleh masyarakat penjaga hutan dan perlindungan hutan dan monitoring Program WA yang sedang berlangsung.

Hasil yang dicapai:

Keuangan, lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya yang berkelanjutan yang dibangun di tahap pengembangan program. Keberhasilan program diakui jika telah menghasilkan hubungan keberlanjutan institusi nasional, seperti hubungan dengan Departemen Pariwisata di semua tingkat telah menguat.

Tiga elemen kunci dari desain program yaitu berkontribusi terhadap keberlanjutan. Pertama, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat memastikan bahwa proyek ini dikembangkan sesuai dengan standar kebutuhan masyarakat secara budaya, ekonomi, dan sosial, yang memberikan keberlanjutan sosial. Perempuan didorong untuk berpartisipasi dalam dua peran, yaitu sebagai anggota dan komite. Pemberdayaan Komite CBET sebagai struktur kepemimpinan yang diakui dalam masyarakat juga memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan kelembagaan dan kelayakan program; komite CBET telah merepresentasikan program, berpartisipasi dalam pertukaran kunjungan, dan menentang rencana pengembangan yang destruktif.

Kedua, fokus WA pada pengembangan kapasitas dan pelatihan berkelanjutan yang mencakup bidang-bidang seperti perhotelan, manajemen keuangan dan akuntansi, bahasa Inggris, keanekaragaman hayati, pemeliharaan peralatan, yang dilakukan berdasarkan kebutuhan yang diidentifikasi oleh komite. Anggota dan staf WA di Chi Phat dibolehkan untuk mentransfer keterampilan kepada masyarakat. Transfer ini memberi masyarakat keterampilan untuk mengelola program dan pengembangan lebih lanjut ketika nantinya WA tidak lagi terlibat.

Pada akhirnya seluruh program WA berfokus pada keberlanjutan ekonomi, mewujudkan program yang meningkatkan pendapatan dan tingkat ekonomi masyarakat. WA melakukan ini dengan mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang mereka perlukan dalam pekerjaan menjadi lebih baik. Meningkatkan kualitas objek wisata, restoran, dan perhotelan untuk wisatawan, sehingga mereka akan tinggal lebih lama dan menghabiskan lebih banyak uang. Selain itu, menciptakan peluang ekonomi

bagi masyarakat yang bergantung pada ekosistem yang sehat dan populasi satwa liar yang kuat, daripada mengeksploitasi sumber daya alam. Hal ini akan mengarah pada tujuan bersama, yaitu kelestarian lingkungan dan ekonomi.

Transfer:

Wildlife Alliance diuntungkan dari adanya pengembangan program ekowisata terutama melalui penelitian dan penggunaan metodologi partisipatif yang dirancang untuk mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat.  Dirancang oleh Mountain Institute dengan LSM dan mitra pemerintah, metodologi ini dikembangkan dan diuji cobakan sebagai cara untuk mempromosikan konservasi dan pembangunan melalui ekowisata berbasis masyarakat.

Chi Phat adalah salah satu proyek CBET pertama di Kamboja, sehingga dijadikan sebagai contoh program-program di lain di negara ini. Sejumlah pertukaran kunjungan dilakukan bagi masyarakat untuk saling bertemu, berbagi pengalaman dan melihat apa yang berbeda dari layanan wisata di tiap daerah.  Anggota Komite CBET, bersama dengan staf WA, yang juga dipilih untuk mewakili program di tingkat nasional dan konferensi internasional untuk mempresentasikan informasi tentang wilayah Chi Phat,  sejarah program, komponen penting, dan pelajaran yang bisa diambil.

Tahap berikutnya dari program melibatkan pengembangan metode pelatihan yang akan diujicobakan di situs ekowisata Kamboja lainnya, berdasarkan pengalaman di Chi Phat. Menggunakan model train-the-trainer, pemandu lokal akan dilatih untuk menjadi sumber daya nasional untuk situs ekowisata lainnya. Selain itu, trainer baru akan menjalin kemitraan dengan Departemen Pariwisata (MOT), operator tur, dan CBETs lainnya di Kamboja, sebagai cara untuk lebih banyak berbagi pelajaran dan melembagakan trainer pelatihan, pedoman dan sistem manajemen informasi.

Kebijakan terkait:

Komite CBET telah diundang oleh Pemerintah Kamboja dan Departemen Pariwisata untuk berkonsultasi pada hukum ekowisata nasional yang baru sedang dalam proses.

Sumber: UN HABITAT

From Twitter