Pertanian Organik Tingkatkan Kesejahteraan Petani Karanganyar

09 september 2016


Ilustrasi

Beberapa kelompok tani di Karanganyar, Jawa Tengah kini mulai meningkat kesejahteraannya. Hal itu terbukti dengan mereka mampu menghasilkan pendapatan Rp 5 sampai 10 juta per bulan.  Pertanian organiklah yang telah memacu perekonomian mereka. Pertanian organik merupakan budi daya pengolahan pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis.

Seperti dikutip dari laman jatengprov.go.id, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Bangkit Merbabu Desa Batur Kecamatan Getasan,  Zaenal mengaku mampu mengantongi pendapatan setiap bulan hingga Rp 2 juta per 1.000 m2. Total luas lahan organik yang dia kelola 7.000 m2. Kelompok taninya menjual sayur organik dengan dikemas menggunakan vakum. Kemasan tersebut sangat berpengaruh terhadap harga jual.

"Harganya sebelum dibungkus vakum Rp 10 ribu per kilogram, setelah dibungkus Rp 30 ribu per kilogram. Kalau pendapatan setiap 1.000 m2 kira-kira mendapat Rp 2 juta per bulan bersih," ujar Zaenal saat acara ngopi bareng bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pronowo dengan para petani organik di Camping Tawangmangu Resort.

Cerita lain datang dari mitra dari kelompok tani organik, Titah Septiana. Dia mengaku turut diuntungkan dengan pengembangan pertanian organik. Sebab, dia bisa memeroleh pendapatan hingga Rp 10 juta per bulan. Produknya tidak hanya dikirim ke Pulau Jawa namun sampai ke Aceh dan juga mampu menyuplai ke supermarket.

"Beli karungan (dari petani), saya sortir terus saya vakum terus diberi kardus itu. Beli curah harga dari petani sekitar antara Rp 14-15 ribu terus dikemas lagi pakai kardus agar menarik. Saya jual sekitar Rp 35 ribu," jelas Titah.

Pedagang yang memiliki 12 produk beras organik ini mengaku memasarkan beras organik dengan kemasan kardus karena banyak pesaing yang kemasannya lebih menarik. Sehingga mau tidak mau dirinya harus membuat inovasi, agar produknya dapat masuk ke segmen yang lebih tinggi dan dapat dijual dengan harga yang tinggi.

Ganjar merasa senang karena mulai banyak petani yang beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik. Hasil pertanian organik terbukti memiliki harga jual yang lebih tinggi, terlebih lagi jika dikemas se-inovatif mungkin.

Ganjar menyarankan agar proses tanam hingga pengepakan produk dapat dilakukan oleh poktan yang bersangkutan agar keuntungan yang didapat juga bisa dirasakan oleh anggota. Dengan kemasan yang baik terhadap produk pertanian organik ini mampu memberikan peningkatan kesejahteraan.

Sumber: Berita Daerah, Pemprov Jateng

From Twitter