Pemprov Jatim dan Semen Indonesia Lakukan Kerjasama Lingkungan Hidup

12 june 2017


Ilustrasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan PT Semen Indonesia (SI) menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) dalam bidang lingkungan hidup. Perjanjian ini diharapkan dapat menjadi jawaban tentang berbagai masalah pemprov terkait pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

MoU tersebut ditandatangani oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dan Penanggung Jawab sementara Direktur Utama PT SI, Darmawan Junaidi di Ruang Kerja Gubernur Jatim.

Soekarwo mengatakan, MoU ini menjadi langkah maju untuk mengelola limbah B3. Pasalnya, selama ini sampah yang spesifik limbah B3 asal Jatim diangkut ke Cileungsi, sehingga ongkos angkutnya sangat mahal. Ditambah lagi resiko jika terjadi kecelakaan di jalan yang membahayakan lingkungan dan nyawa orang.

Dengan adanya MoU ini, maka sampah dan limbah B3 akan diolah oleh pabrik PT. SI di Tuban sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif. Potensi sampah yang dihasilkan sebanyak 64.760,92 ton/tahun, sedangkan potensi limbah B3 di Jatim mencapai sekitar 170 juta ton/tahun.

Dengan adanya MoU ini, maka sampah dan limbah B3 akan diolah oleh pabrik PT SI di Tuban sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif. Potensi sampah yang dihasilkan sebanyak 64.760,92 ton/tahun, sedangkan potensi limbah B3 di Jatim mencapai sekitar 170 juta ton/tahun.

“MoU ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menyelesaikan masalah sampah serta menyukseskan target nol sampah di 2020. Sampah akan memiliki nilai tambah” ujar Soekarwo.

Selain itu Soekarwo juga mengatakan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu mendapat perhatian khusus dari seluruh pihak, tak terkecuali PT SI agar sektor tersebut bisa eksis dan menjadi pemenang dalam era globalisasi. Pasalnya, era globalisasi lebih memihak yang besar dan efisien, jadi UMKM perlu dibela.

Menurut Soekarwo, salah satu caranya adalah dengan memberikan stimulus kredit murah dengan metode loan agreement melalui perbankan. Yakni, dana dari PT. SI di-bridging-kan dengan Bank Jatim untuk disalurkan kepada sektor UMKM.

Pemprov Jatim telah melaksanakan metode tersebut, dimana Pemprov meminjamkan dana sebesar Rp 400 miliar dari APBD kepada Bank Jatim. Kemudian Bank Jatim menyalurkan dana kepada BPR-BPR dengan bunga efektif 5% per tahun.

Selanjutnya BPR diperkenankan menyalurkan dana kepada rakyat atau UMKM dengan bunga mulai dari 7-9% per tahun. Suku bunga ini jauh lebih kecil daripada suku bunga yang diterapkan bank kepada sektor UMKM pada umumnya yang berkisar diatas 20% per tahun.

“Jika metode ini bisa sukses dijalankan oleh Semen Indonesia, maka saya usulkan kepada Presiden untuk dijadikan model di Indonesia. Metode ini lebih menguntungkan bagi semua pihak, baik bagi UMKM maupun Semen Indonesia, karena uangnya tidak hilang, malah bertambah dan jadi stimulus ekonomi kreatif” ujar Soekarwo.

Usulan terkait loan agreement untuk UMKM tersebut menarik minat Darmawan Junaidi. Menurutnya, usulan tersebut sejalan dengan tujuan perusahaannya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM.

“Dengan bertumbuhnya UMKM, tentu pertumbuhan ekonomi juga ikut meningkat. Meningkatnya ekonomi tentu dibarengi dengan meningkatnya pertumbuhan infrastruktur dan kebutuhan tempat tinggal yang membutuhkan bahan baku semen. Jadi kami akan bahas usulan loan agreement ini lebih lanjut” ujar Darmawan.

Sumber: Pemprov Jatim, Tribun News

From Twitter