Desa Waturaka Kembangkan Wisata Alam dengan Dana Desa

05 june 2017


Danau Kelimutu

Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende berhasil memanfaatkan Dan Desa untuk mengembangkan potensi wisata alam di daerah tersebut. Desa ini berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Desa Wisata Alam Terbaik oleh Kemendes PDTT.

Kepala Desa Waturaka, Aloysius Djira Loy, membenarkan jika desa yang dipimpinnya beberapa waktu yang lalu mendapat penghargan sebagai Desa Wisata Terbaik Kategori Wisata Alam dari Kemendes PDTT. Penghargaan itu diraih saat pagelaran Expo BUMDes Nusantara di Bukittinggi, Sumatera Barat, pertengahan Mei lalu. Penghargaan tersebut ia raih bersama sembilan desa lain yang juga dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik.

“Kami tentu bangga dan menjadi motivasi kami untuk terus mengembangkan potensi pariwisata yang ada di wilayah kami ini. Tentu secara ekonomi ini memberi dampak positif bagi masyarakat," ujar Djira

Menurut Djira, pengembangan sektor pariwisata di desanya dimulai sejak sejak 2014. Sebagai desa penyangga kawasan wisata Danau Kelimutu, musyawarah warga pun menyepakati untuk membuka jasa penginapan homestay bagi para wisatawan hendak menuju Danau Kelimutu. Terdapat 13 homestay milik warga yang disewakan dengan tarif Rp 150.000 per malam.

“Sejak tahun 2014 hingga 2016, penghasilan desa ini meningkat. Kini kami bisa mendapatkan sekitar Rp 116 juta per tahun. Adanya pengembangan wisata sangat menambah penghasilan warga yang berada di sini,” ujarnya lagi.

Menurut Djira, Dana Desa sangat mendukung pembangunan kawasan wisata di wilayahnya. Untuk tahun ini, Dana Desa ia gunakan untuk melengkapi sarana infrastruktur desa. Hasil musyawarah desa juga menyepakati agar Dana Desa digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

"Dana desa saat ini juga kami fokuskan untuk pembangunan sarana Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan sarana infrastruktur jalan maupun infrastruktur pertanian. Seperti perbaikan irigasi dan perbaikan sarana air bersih untuk warga desa. Sebetulnya itu juga sebagai penunjang destinasi wisata yang kita miliki," ujar Djira.

Sementara itu, Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Blasius, mengatakan, dirinya terus memberikan pendampingan kepada masyarakat agar semakin berkembang dalam mengelola potensi desa. Dirinya juga bekerjasama dengan lembaga pariwisata Swisscontact untuk pendampingan warga. Lembaga tersebut, lanjut Blasius, juga turut membantu promosi potensi pariwisata Desa Waturaka.

"Tidak sedikit wisatawan asing yang datang, diantaranya dari Prancis dan Swiss. Mayoritas mereka hendak menuju Danau Tiga Warna Kelimutu. Karenanya melalui Pokdarwis, kami terus memberikan berbagai pendampingan dan pengetahuan kepada masyarakat untuk pengembangan jasa homestay dan lainnya,” ujarnya.

Salah satu warga yang menyewakan rumahnya sebagai homestay, Robertus Lele, bahkan mengajak serta para wisatawan asing untuk mengikuti aktivitas bermasyarakat. Hal tersebut, menurutnya, adalah upaya agar para wisatawan semakin betah dan memberikan kesan tersendiri.

“Turis betah karena mereka terjun langsung ke masyarakat dan berbaur bersama, bahkan juga ikut memasak. Mereka juga kami ajak ke sawah untuk menanam padi, panen sayur, dan buah-buahan. Ini yang membuat mereka mereka senang dan terkesan,” ungkap Robert yang membuka jasa homestay sejak 2015 lalu.

Sumber: Kompas, PSDI, Republika

From Twitter